Gaji Atau Cashflow ?
Salah satu mindset utama yang kita perlukan dalam menjadi seorang entrepreneur adalah Mindset Gaji Vs Cashflow.
Gaji, seperti yang kebanyakan orang tahu, adalah pendapatan yang biasanya dibayarkan perusahaan kepada karyawan setiap bulannya, sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah diselesaikan karyawan tersebut. Biasanya dibayarkan 1x dalam 1 bulan.
Sedangkan Cashflow (aliran uang), adalah pendapatan yang didapat setiap bulannya, secara terus menerus, tanpa disertai dengan usaha lagi, kecuali waktu awal cashflow itu dicari.

Lebih simplenya, bisa kita analogikan dengan Sapi Potong dan Sapi Perah
Anggap Gaji adalah Sapi Potong, kita memelihara 1 ekor sapi setiap bulan, diberi makan, digembalakan, lalu setiap bulan pula kita potong, untuk mendapatkan (kita misalkan) 10jt perbulan.
Sedangkan Cashflow adalah Sapi Perah, kita memelihara 1 ekor sapi untuk diambil 1 tabung susunya perhari, lalu bulan berikutnya kita menambah 1 ekor lagi, lalu 1 ekor lagi, dst.
Dari analogi diatas, penghasilan yang didapat dari gaji, akan terasa besar diawal, tetapi stabil sampai akhir. sedangkan dari cashflow, akan terasa kecil diawal, tetapi terus berkembang sampai akhir.
Gaji :
bulan.1 : 10jt/bulan
bulan.10 : 10jt/bulan
bulan.100 : 10jt/bulan
dst..
Cashflow :
bulan.1 : 1jt/bulan
bulan.10 : 10jt/bulan
bulan.100 : 100jt/bulan
dst..
lalu ada pertanyaan, lho, emangnya kenapa klo lebih milih ’sapi potong’ daripada ’sapi perah’ ?. Bukankah kita juga bisa memperbanyak penghasilan dari ’sapi potong’ dengan cara mengambil ’sapi potong’ yg lain ?
Yaaaa~~ emang bener sih, tapi klo kuat. Sayangnya …, kebanyakan satu orang sudah cukup capek dengan memelihara 1 ’sapi potong’, yaitu ‘pekerjaan’.
Jadi, usahakanlah agar terfokus kepada cashflow-nya, bukan kepada gaji-nya.
Apa pendapat kamu ?, silahkan berkomentar dibawah ini.












Denny Ardian, bukanlah netpreneur biasa.
[...] Perlu dicatat, bahwa ‘tanpa harus berusaha’ disini bukan berarti tidak melakukan apa-apa, baik diawal maupun diakhir bisnis tersebut. tetapi kita harus men-setup bisnis tersebut, sampai pada akhirnya bisnis itu bisa berjalan dan memberi keuntungan tanpa memerlukan kita lagi, layaknya seekor sapi perah. [...]
wahahaha terimakasi inspirasinya mas samusamu . aq juga mo buat projek mirip seratus juta mu. wahahaha.. namanya projek satu sekian.. kekekeke atm lah…
[Reply Comment]
aq mah gak suka sapi mending ikan mas koki ato babi air
[Reply Comment]
OK… sangat inspiratif bener mas!
[Reply Comment]
Wow, sangat inspiratif sekali. Saya setuju dengan amsal yg diberikan itu. Kita sudah terlalu capek memlihara satu sapi, jadi jalan terbaik adalah bukan dengan mencari gaji, melainkan mencari penghasilan. Iya kan?
[Reply Comment]
Denny Reply:
October 26th, 2008 at 11:07 pm
Yap !!
klo bisa, miara banyak sapi perah, sambil memelihara 1 sapi poting buat eksyen-eksyen-an hehehe
[Reply Comment]
[...] Masalah yang lebih serius lagi adalah masalah Intern dari uang itu sendiri, atau bahasa kerennya disebut Management Money. Kemana uang tersebut ‘mengalir’. Kalau dalam buku2 Kiyosaki sih namanya “Cashflow”. [...]